Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah
Haji Plus dan Umroh

Ketenangan dan Ketenteraman hati adalah salah satu faktor penting dalam menjalankah 'Ibadah Haji' maupun 'Umroh'. Apakah anda salah seorang yang mendambakannya ? Bergabunglah bersama kami QONITA WISATA ....Read more..

Kebun Renungan

Kebun Renungan
Bayak hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari yang luput kita syukuri, kemurahan Allah terlupakan sudah, kita harus membangun kembali kesadaran itu, mari kita belajar dari segelas air putih. (Baca)

Recent Post

Recent Comments

Buku Tamu

Kiswah Ka'bah

Senin, 18 Januari 2010

Tentang Kiswah

Terbuat dari bahan sutera murni yang diberi warna hitam, dimana di sekelilingnya dirajut dengan tulisan-tulisan arab membentuk angka V (angka tujuh arab) : La ilaha illallah, Muhammad
Rasulullah, Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallah al-adzim, ya Allah, ya Hannan, ya Mannan
Kisawh terdiri dari 5 potong, 4 potong untuk
membungkus sisi-sisi Ka’bah sesuai dengan ukuran masing-masing sisi, dan sepotong
lagi untuk menutupi pintunya.
Sepertiga bagian atas terdapat sabuk kiswah bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an, dan dibawahnya lagi hiasan kaligrafi timbul dari ayat-ayat al-Qur’an. Setiap tahunnya pergantian kiswah Ka’bah dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehingga pada hari Idul Adha Ka’bah berkiswah baru.

Beberapa keterangan tentang Kiswah

Tinggi Kiswah : 14 m
Berat sutera yg digunakan : 670 kg
Lebar kiswah dari Pintu : 11,67 m
Antara Hajar Aswad & Rukun Yamani : 10,18 m
Hijir Ismail : 9,90 m
Antara Rukun Yamani & Rukun Syami : 12,04 m
Luas atap Kiswah : 658 m/segi

Kiswah Ka’bah

Konon, yang pertama kali mengkiswahi Ka’bah ialah Nabi Ismail As. Ada pula yang mengatakan bahwa yang pertama kali melakukannya ialah penguasa Yaman, As’ad al-Humairi dan lain sebagainya.
Pada masa Islam, Rasulullah lah yang pertama kali mengkiswahinya, yang diteruskan oleh para khalifah sesudahnya.

Setelah runtuhnya Dinsti Abbasiah pada tahun 656 H/1258 M, kiswah Ka’bah didatangkan dari Mesir dan Yaman. Terlebih lagi ketika Raja Shalih Ismail Qalawun membuka tuga perkampungan baru khusus untuk keperluan pembuatan kiswah trsebut, dimana kemudian ditambahkan oleh Pangeran Salim Khan al-Utsmani 7 perkampungan baru pada tahun 974 H untuk maksud yang sama.
Bahkan kemudian Muhammad Ali Pasya membuka Kantor Pemerintah khusus Urusan Kiswah. Demikianlah, setiap tahunnya, pemerintah Mesir selama berabad-abad telah membuat dan mengirim kiswah Ka’bah ke Mekah, sebelum akhirnya karena sebab-sebab tertentu diberhentikan pada tahun 1343 H/1924 M.

Setelah itu, Raja Abdul Aziz dari keluarga Sa’ud lah yang mengkiswahi Ka’bah, lalu memerintahkan untuk membangun pabrik Kiswah di Mekah. Pabrik ini menghasilkan kiswah untuk pertama kalinya pada tahun 1346 H, dan sejak saat itu Ka’bah ditutupi dengan Kiswah tersebut hingga diadakannya perjanjian antara Pemerintah Saudi dengan Pemerintah Mesir tahun 1355 H.
Sejak itu hingga tahun 1381 H, Mesir kembali mengirimkan kiswah setiap tahunnya ke Mekah. Setelah itu pada tahun 1382 H, Pemerintah Saudi membuka dan mengaktifkan kembali pabrik kiswah lama sampai dibangunnya pabrik kiswah baru di Mekah.

Pabrik Kiswah

Tahun 1382 H/1972 M, Raja Fahd ibn Abdul Aziz, yang saat itu masih menjabat sebagai wakil Ketua II Dewan Menterimerangkap Menteri Dalam Negeri, telah meletakkan batu pertama pabrik pembuat kiswah yang terletak di Mekah, dan meresmikannya pada tahun 1397 H/ 1977 M ketika menjadiputera Mahkota.
Sejak saat itu, setiap tahunnya pabrik ini terus menerus memproduksi kiswah Ka’bah, dan menghiasinya dengan sulaman kaligrafi dari emas, kiswah bagian dalam Ka’bah, dan kiswah pembungkus kamar Nabi Saw.
Dibawah Koordinasi Departemen Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, pabrik seluas 100 ribu meter persegi ini menampung lebih dari 240 pekerja.


Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

Readmore.....

Tuberklosa

Rabu, 06 Januari 2010

Konsep Dasar Tuberklosa

Definisi
a. Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff, th 1995. hal 73)
b. Batuk darah (hemoptisis) adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal, batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas , sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi . (Hood Alsagaff, 1995, hal 301)

2. Faktor- factor yang mempengaruhi timbulnya masalah .
a. Anatomi dan fisiologi System pernafasan terdiri dari hidung , faring , laring ,trakea , bronkus , sampai dengan alveoli dan paru-paru Hidung merupakan saluran pernafasan yang pertama , mempunyai dua lubang/cavum nasi. Didalam terdapat bulu yang berguna untuk menyaring udara , debu dan kotoran yang masuk dalam lubang hidung . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs. H. Syaifuddin. B . Ac , th 1997 , hal 87 )

Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan , faring terdapat dibawah dasar tengkorak , dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher . faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring , bagian tengah dengan istimus fausium disebut orofaring , dan dibagian bawah sekali dinamakan laringofaring .(Drs .H.syafuddin. B.Ac 1997 hal 88)

Trakea merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin), panjang 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukosa . trakea dipisahkan oleh karina menjadi dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs .H . Syaifuddin .B. Ac th 1997, hal 88-89)

Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan kiri , bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung – ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H.Syaifuddin B Ac th1997, hal 89-90).

Paru- paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung – gelembung .paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . Paru-paru terletak pada rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. Paru-paru mendapatkan darah dari arteri bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri pulmonalis yang berasal dari atrium kiri.besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. Hanya sebagian kecil udara ini, kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut . sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter. (Drs. H. Syaifuddin . B.Ac .th 1997 hal 90 , EVELYN,C, PIERCE , 1995 hal 221)

Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi) yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru .proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu:
1. Ventilasi pulmoner. Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar, akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi. Pada ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali, maka udara terdorong keluar. (NI LUH GEDE.Y.A.SKp.1995.hal 124. Drs.H.Syaifuddin.B.Ac.1997.hal 91)

2. Difusi Gas. Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3 atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanann rendah. Difusi gas melalui membran pernafasan yang dipengaruhi oleh factor ketebalan membran, luas permukaan membran, komposisi membran, koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2. Dalam Difusi gas ini pernfasan yang berperan penting yaitu alveoli dan darah. (Ni Luh Gede.Y.A. SKP. Th 1995 hal 124, Drs. H. Syaifuddin. B.Ac.1997 hal 93 .Hood .Alsegaff th 1995 . hal 36-37) 3.
Transportasi Gas : Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah). Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel .(Ni Luh Gede Y. A. Skp th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40).

b. Patofisiologi Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan , saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit. Infeksi kuman ini sering terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya .(Sylvia.A.Price.1995.hal 754)
Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar. Dalam dahak dan ludah ada basil TBC-nya , sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana. Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru. ( dr.Hendrawan.N.1996,hal 1-2 )

Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain. Basil tuberkolusis yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil. Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus, ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah, maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan.
Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh makrofag.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut. Basil ini juga dapat menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional, sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang dikelilingi oleh limfosit,proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari.
Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani pemeriksaan radiogram rutin.
Beberapa respon lain yang terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan, dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas.Pada proses ini akan dapat terulang kembali dibagian selain paru-paru ataupun basil dapat terbawa sampai ke laring ,telinga tengah atau usus.(Sylvia.A Price:1995;754)

Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat meninggalkan jaringan parut fibrosa. Bila peradangan mereda lumen bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat dengan perbatasan bronkus rongga. Bahan perkijauan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung, sehingga kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang tidak lepas.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi tempat peradangan aktif.(Syilvia.A Price:1995;754)
Batuk darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal. Ini terjadi pada batuk darah masif yaitu 600-1000cc/24 jam.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kapitas.(Hood Al sagaff dkk:1995;85-86).


Sumber : Muhammad Kurnia Rahman dari STIKes Faathir Husada
Untuk ruangan Tanya jawab (diskusi) silahkan di Link ini :

http://www.facebook.com/group.php?v=app_2373072738&gid=59626576753

Readmore.....

Kunci dan Gembok Ka'bah

Senin, 14 Desember 2009

Pada mulanya kunci Ka’bah dipegang sendiri oleh Nabi Ismail as. Kemudian diwariskan kepada putranya Tsabit dan dieruskan kepada anak-anaknya. Lalu diberikan lagi kepada Jurhum, paman-pamannya dari garis ibu, sebelum akhirnya sampai kepada Khaza’ah, dan seterusnya hingga sampai ke tangan Qushai ibn Kilab, kakek keempat Nabi Saw.

Setelah pembebasan Kota Mekah pada tahun 8 H, Nabi Saw meminta kunci dari Utsman ibn Thalhah untuk membuka Ka’bah, lalu Beliau masuk kedalamnya dan tidak lama kemudian keluar.
Ketika keluar itu beliau bersabda “Ingatlah sesungguhnya setiap darah, harta dan perbuatan sewenang-wenang seperti pada masa Jahiliyyah adalah dibawah tanggungjawabku untuk mengurusnya, kecuali pekerjaan memberi minum orang yang sedang haji dan menjaga Ka’bah.

Sesungguhnya aku telah menetapkan keduanya untuk dikembalikan kepada berhak sebagaimana berlaku pada masa Jahiliyah.” Ucapan Nabi itu kemudian diikuti dengan turunnya Firman Allah Swt (“Sesungguhnya Allah telah menyuruh untuk menunaikn amanat kepada yang berhak atasnya.”). Rasulullah lalu memanggil Utsman ibn Thalhah dan mengembalikan kunci kepadanya, “ambillah ini wahai Bani Thalhah untuk selama-lamanya, sehingga tidak ada yang merebutnya kecuali orang zhalim.”

Menurut Ibn Katsir, banyak dari para mufassir menyebutkan bahwa ayat tersebut turun menyangkut Utsman ibn Thalhah, dan berdasarkan itu Kunci Ka’bah dikembalikan kepadanya oleh Nabi Saw. Setelah Utsman ibn Thalhah meninggal, kunci tersebut diberikan kepada anak pamannya (dari garis bapak) yaitu Syaibah dan diteruskan kepada anak-anaknya. Dari sinilah kemudian Kunci Ka’bah tersebut diwariskan secara turun temurun. Ucapan nabi Saw. mengenai ini juga mengisyaratkan adanya kesinambungan dan keabadian keturunan Bani Abi Thalhah. Serta keabadian tanggungjawab mereka mengurus dan menjaga Ka’bah sampai hari Kiamat.

Ini adalah bagian dari mu’ji’zat Nabi hingga sekarang. Sebab tugas merawat dan menjaga Ka’bah merupakan tugas paling besar dan mulia yang senantiasa diperebutkan oleh sang manusia, terutama para penguasa dan tokoh-tokoh masyarakat. Yang demikian itu tidak dikehendaki oleh sang Pemilik Jagat Raya ini, sehingga justru menyerahkannya kepada Bani Syaibah.

Kunci yang sampai sekarang turun temurun di tangan Bani Syaibah tersebut, mempunyai panjang 40 cm, dan disimpan dalam tas terbuat dari sutera yang dihias dengan emas murni, dan yang dibuat oleh pabrik kiswah setiap tahunnya. Diatasnya tertulis, (Surat An-Nisa ayat 58) sementara disisi lainnya tertera, “Amara bi shun’ihi Khadim al-Haramain al-Syarifain Fahd ibn Abdul Aziz alu sa’ud, hafizhohullah.” (dibuat atas perintah Penjaga Dua tanah suci Raja Fahd ibn Abdul Aziz dari keluarga Sa’ud semoga Allah melindunginya).

Gembok Pintu Ka’bah

Dibuat pada tahun 1399 H mengikuti bentuk gembok lama seperti pada masa Sultan Abdul Hamid al-Utsmani tahun 1309 H, dengan beberapa rancangan khusus yang disesuaikan dengan bentuk pintu baru.

Gembok ini [anjangnya 34 cm dengan lebar setiap sisinya 6 cm. Pada setiap sisi tertempel lempengan tembaga kuning berukuran 8 X 3 cm, tertulis diatasnya, “shuni’a fi ‘ahd Khalid ibn Abdul Aziz Ali Sa’ad sanah 1399 H” (dibuat pada masa pemerintahan Khalid ibn Abdul Aziz dari keluarga Sa’ad tahun 1399 H)


Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

Readmore.....

Syair-syair Rabi’ah Al-'Adawiyyah

Kamis, 19 November 2009

Kebahagiaanku, wahai saudara-saudaraku, ada dalam khalwatku
Dan kekasihku, selamanya berada dihadapanku
Takkan kudapatkan untukku pengganti cintaNya

Cintanya didalam dunia adalah cobaanku
Dimana saja aku berada, aku selalu saja menyaksikan keindahannya.
Dialah Mihrabku,
Dan kepada-Nya lah kiblatku
Wahai kesenanganku, wahai segala harapan
Berilah kemurahan agar bisa bertemu dengan Mu
Yang akan menyembuhkan jiwaku
Aku tak akan mempedulikan mahluk seluruhnya
Aku hanya mengharap pertemuan dengan Mu
Itulah puncak segala tujuanku


Munajat Rabi’ah Al-Adawiyyah

(Pengembaraan paling jujur mengenai keimanannya yang mendalam, tauhidnya yang murni serta cintanya yang kukuh)

Wahai Tuhanku
Tidaklah aku mendengar suara hewan, gemersik pohon, gemersik air
Kicauan burung, indahnya rembulan, gema angina dan dan gelegar petir,
Melainkan aku telah mendapatinya sebagai saksi atas Keesaan-Mu
Sebagai dalil bahwa tak ada sesuatupun yang sama seperti-Mu

Wahai pemimpinku,
Kepada-Mulah kaum Muqarrabun mendekatkan diri kepa Tuhan di dalam khalwat-khalwat mereka,
Karena Keagungan-Mu lah ikan-ikan yang berada di dasar samudera melantunkan tasbihnya,
Karena besarnya Kesucian-Mu maka gelombang saling bertemu,
Engkaulah Dzat yang bersujud kepada-Mu,
Kegelapan malam, cahaya siang, orbit-orbit di tata surya, bintang yang jernih.
Dan segala sesuatu ada ukurannya disisi-Mu, karena
Engkaulah Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Perkasa ….

Setiap kudengar Adzan, aku selalu terbayang seruan pada hari kiamat
Setiap menyaksikan es salju, aku selalu terbayang lembaran-lembaran yang beterbangan
Setiap aku menyaksikan belalang aku selalu terbayang pada padang mahsyar

sumber : buku Rabi'ah sang Obor Cinta : An-Nabawi Jaber Siraj dan Abdussalam A Halim Mahmud.

Readmore.....

Perbaikan Pintu Ka'bah

Perbaikan dan pembaharuan kedua pintu Ka’bah tersebut (pintu taubat berada di sebelah kanan dalam Ka'bah),tiada berhendi dilakukan sepanjang masa sesuai dengan kebutuhan dan kepantingan yang mendesak. Sampai-sampai Raja Khalid Ibn Abdul Aziz dari keluarga Sa’ud mengeluarkan intruksi untuk memperbaharui Pintu Ka'bah dan pintu Taubat yang dilapisi dengan emas murni.
Proyek ini selesai tahun 1399 H, dimana pembiayaannya menelan biara SR 13.420.000, tidak termasuk emas seberat 280 kg.

Struktur kerangka pintu tersebut dibuat dari tumpuan kayu setebal 10 cm, lalu dihiasi dengan ornament-ornamen dari emas murni.
Pembuatan keduanya memakan waktu setahun penuh terhitung dari tanggal 1/12/1398 H.

Keterangan :
Panjang Pintu Ka’bah : 3,10 m
Lebar Pintu Ka’bah : 1,90 m
Kedalaman :50 cm
Jarak dengan permukaan tanah : 2,25 m
Panjang Pintu Taubat : 2,30 m
Lebar Pintu Taubat : 70 cm

Ornamen-ornamen berupa kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an yang ada di Pintu Ka'bah tersebut, ialah untuk mengingatkan orang-orang yang berada didepannya akan kebesaran dan kemuliaan pintu-pintu tersebut, serta menyadarkan bahwa mereka kini berada di depan pintu Rumah Allah Yang Maha Pengampun, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Di kedua ujung atas pintu Ka’bah tertulis :" Muhammad Sholallahu ‘alaihi Wasallam.”
Sedangkan dari ayat Al-Quran ialah ( Bismillahirrahmanirrahim ), ( Qs 15 :46), (Qs 5;97), ( Qs 17;80), (Qs 6;54), ( Qs 39;53 ).
Sedangkan pada knop atau tombol pintu tertulis “ Allahu Akbar “, dibawah gembok tertera surat Alfatihah lengkap 7 ayat dan dibawahnya tertulis Suni’a al-bab al-sabiq fi ahd khadim al-haramaib al-Syarifain al-Malik Abdul ‘Aziz ibn Abdurrahman Alu Sa’ud sanah 1363 H ( Pintu yang lama dibuat pada masa Pelayanan Dua Tanah Suci, Raja Abdul Aziz ibn Abdurrahman dari keluarga Sa’ud pada tahun 1363 H).
Sedangkan dibawahnya ladi tulisan “Shuni’a hadza al-bab fi ‘ahd khadim al-haramain al-syarifatain al-Malik Khalid ibn Abdul Aziz ‘Alu Sa’ud sanah 1399 H ( Pintu ini dibuat pada masa Pelayanan Dua Tanah Suci, Raja Khalid ibn Abdul Aziz pada tahun 1399 H).

Sedangkan dibagian sisinya tertulis 15 nama-nama Suci Allah ( al-Asma’ al-Husna) yaitu, disisi atas dengan “ ya Wasi”, “ya Mani”,”ya naïf”; disisi kanan dengan, “ya ‘Alim, “ya Halim”, “ya ‘Adzim”, “ya Hakim”, “ya Rahim”, dan disisi kiri dengan “ya Ghani”, “ya Mughni”, “ya Hamid”, “ya Majid”, “ya Subhan”, “ya Musta’an”.

Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

Readmore.....

Ada satu hal penting dalam kehidupan beragama yang luput dari perhatian kita, yaitu 'Kesalehan Sosial' . Ternyata pahalanya bisa melebihi yang menunaikan Ibadah Haji. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Ikutilah kisah religius seorang yang telah mempraktekan kesalehan sosial. Anda tertarik? ...Read more...
Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)